You are browsing the archive for Sem Ganjil Archives - Personal Blog Resmi Abdullah Fajar.

Database Terdistribusi

October 3, 2013 in ADB1-Reguler, ADB1-Weekend, Sem Ganjil, TA 2013-2014

 

Database terdistribusi adalah kumpulan data yang digunakan bersama dan mempunyai hubungan secara logika tersebar secara fisik dalam jaringan komputer.

Distributed DBMS adalah Sebuah sistem perangkat lunak yang mengatur basis data terdistribusi dan membuat pendistribusian data secara transparan.

DDBMS memiliki satu logikal basis data yang dibagi ke dalam beberapa fragment. Dimana setiap fragment disimpan pada satu atau lebih komputer dibawah kontrol dari DBMS yang terpisah , dengan mengkoneksi komputer menggunakan jaringan komunikasi.

Masing- masing site memiliki kemampuan untuk mengakses permintaan pengguna pada data lokal dan juga mampu untuk memproses data yang disimpan pada komputer lain yang terhubung dengan jaringan.

Pengguna mengakses basis data terdistribusi dengan menggunakan dua aplikasi yaitu aplikasi lokal dan aplikasi global, sehingga DDBMS memiliki karakteristik yaitu :

  1. Kumpulan dari data logik yang digunakan bersama-sama
  2. Data di bagi menjadi beberapa fragment
  3. Fragment mungkin mempunyai copy ( replika )
  4. Fragment / replika nya di alokasikan pada yang digunakan
  5. Setiap site berhubungan dengan jaringan komunikasi
  6. Data pada masing-masing site dibawah pengawasan DBMS
  7. DBMS pada masing-masing site dapat mengatasi aplikasi lokal, secara otonomi
  8. Masing-masing DBMS berpastisipasi paling tidak satu global aplikasi.

Dari definisi tersebut , sistem diharapkan membuat suatu distribusi yang transparan. Basis data terdistribusi terbagi menjadi beberapa fragment yang disimpan di beberapa komputer dan mungkin di replikasi, dan alokasi penyimpanan tidak diketahui pengguna . Adanya Transparansi di dalam basis data terdistribusi agar terlihat sistem ini seperti basis data tersentralisasi. Hal Ini mengacu pada prinsip dasar dari DBMS (Date,1987b). Transparansi memberikan fungsional yang baik untuk pengguna tetapi sayangnya mengakibatkan banyak permasalahan yang timbul dan harus diatasi oleh DDBMS.

Terdapat dua macam sifat dari database terdistribusi yaitu Heterogenous dan Homogenous.

  1. Homogenous artinya suatu database terdistribusi dimana data di distribusikan pada beberapa komputer dengan menggunakan DBMS(database management system) yang sama. DBMS digunakan pada database terdistribusi untuk melakukan koordinasi data pada beberapa node.
  2. Heterogenous adalah kebalikan dari Homogenous dimana data di sebarkan dengan menggunakan DBMS yang berbeda.
    Tujuan utama dari database terdistribusi menyediakan kemudahan untuk mengakses data bagi user pada banyak lokasi yang berjauhan. Untuk mencapai tujuan ini system dari database terdistribusi harus menyediakan apa yang di sebut location transparency yang artinya seorang user dalam mengakses data tidak akan terbatas pada tempat, di manapun dia berada user dapat mengakases data.

Tujuan kedua dari database terdistribusi adalah local autonomy, yaitu kemampuan untuk mengatur database local dan mengoperasikannya secara sendiri – sendiri jika terjadi error atau kerusakan pada koneksi antar komputer.
Ada dua macam teknologi yang di gunakan untuk membangun sebuah database terditribusi. Yang pertama adalah synchronous distributed database technology dimana data yang terhubung pada suatu jaringan akan selalu ter-update sehingga user pada beberapa tempat dapat mengakses data. Sedangkan teknologi yang lain yaitu asynchronous distributed database technology di mana system akan menyediakan suatu kopi dari replikasi data pada beberapa node sehingga local server dapat mengakses data tanpa harus keluar dari jaringan lokal. Metode yang biasa di gunakan yaitu Replication serta circular Replication.

Adapun salah satu cara untuk mendistribusikan database adalah dengan replikasi.
Ada 5 keuntungan dari replikasi data yaitu :

  1. Reliability jika sebuah sistem yang menyimpan suatu database mengalami kerusakan maka sistem lain dapat menemukan kopi dari database yang di maksud pada node yang lain yang tidak mengalami kerusakan system karena database di simpan pada beberapa node.
  2. Fast response setiap situs mempunyai kopi dari database sehingga proses query data dapat berjalan lebih cepat.
  3. Node decoupling setiap transaksi data bisa di proses tanpa koordinasi antar jaringan sehingga jika sebuah node sibuk atau mengalami kesalahan maka akan ada sistem tersendiri yang menangani koordinas antar data.
  4. Reduced network trafic at prime time kemampuan sistem untuk memindahkan transaksi database pada jaringan yang sedang tidak sibuk atau berfungsi dengan tidak sebagaimana mestinya.

Implementasi Distributed DBMS MySQL

Secara definisi replikasi memiliki pengertian sebagai suatu proses mencopy atau mentransfer data dari suatu database ke database lain yang tersimpan pada komputer berbeda. Bila menilik artikel yang saya tulis sebelumnya tentang Pengenalan Arsitektur Database, replikasi dapat difahami sebagai proses pengkopian dan pengelolaan objek-objek dari database yang membentuk suatu sistem database terdistribusi (Distributed Database).

Pada umumnya MySQL dipergunakan secara massal sebagai Database yang cukup handal dalam menangani sistem database terpusat, seperti kebanyakan sistem database yang digunakan untuk web site, content management system, dan lain-lain. Bahkan hampir seluruh penyedia layanan hosting menyertakan dukungan produk MySQL untuk kelengkapan service-nya.

Penggunaan MySQL untuk mendukung proses replikasi database pada saat artikel ini ditulis masih sangat jarang ditemui. Implementasi sistem database terdistribusi kebanyakan masih berkiblat pada software-software dengan bandrol yang tinggi seperti Oracle, SQL Server, IBM DB2 dan lain sebagainya.

MySQL dalam hal ini tentunya tidak mau ketinggalan. Mulai versi 5.0 MySQL sudah mendukung sistem replikasi yang mana sebuah database server yang berfungsi sebagai master dapat tereplikasi datanya ke dalam satu atau lebih database server yang difungsikan sebagai slave.

Pengayaan dan Latihan

Silakan pelajari lebih jauh implementasinya disini:

http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2008/06/dickyrahardi-replikasimysql.zip

 

Sistem Pakar – Minggu ke-5

October 1, 2013 in Sem Ganjil, SPK, TA 2013-2014

Pengantar perkuliahan

Minggu ke 5 perkuliahan dilakukan secara mandiri dengan materi sistem pakar sebagai bagian dari perkuliah SPK

dikutip dari wikipedia:

Pendahuluan

Sistem pakar (dalam bahasa Inggris :expert system) adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi. Pengetahuan dari pakar di dalam sistem ini digunakan sebagi dasar oleh Sistem Pakar untuk menjawab pertanyaan (konsultasi).
Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada pakar yunior. Tujuan Sistem Pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari seorang pakar ke komputer, kemudian ke orang lain (yang bukan pakar).

Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.

Kelebihan Sistem Pakar

  1. Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain :
  2. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
  3. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
  4. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
  5. Meningkatkan output dan produktivitas.
  6. Meningkatkan kualitas.
  7. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
  8. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
  9. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
  10. Memiliki reabilitas.
  11. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.
  12. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
  13. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
  14. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
  15. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan

Kelemahan Sistem Pakar

Di samping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :

  1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya relatif mahal karena diperlukan banyak data.
  2. Perlu admin khusus yang selalu update informasi dalam bidang yang sesuai dengan sistem pakar.
  3. Pengembangan perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan perangkat lunak konvensional.

Pengayaan dan Latihan

  1. Baca dan pahami bahasan SIstem Pakar dari referensi lainnya.
  2. Lakukan identifikasi karakteristik sebuah sistem pakar berbasis web.
  3. Tuliskan hasil identifikasi karakteristik sebuah contoh sistem pakar dalam slide presentasi untuk bahan diskusi.

 

Menulis Literature Review

October 1, 2013 in RTI, Sem Ganjil, TA 2013-2014

Pendahuluan

Pada petermuan ke-5 ini perkuliahan diadakan secara mandiri dan bahasan yang akan didiskusikan adalah menulis literatur review.

Apa itu Literature Review

Literature Review atau tinjauan literatur atau teori harus dibedakan dengan book review, literature review melakukan survey terhadap artikel ilmiah seperti jurnal atau paper prosiding, buku dan sumber lainnya seperti tesis atau skripsi serta disertasi terkait dengan isu atau topik tertentu, area penelitian, atau teori. Literatur review menyediakan paparan, simpulan dan evaluasi kritis pada setiap bahan survey.

Komponen dalam Literature Review

Sama dengan kegiatan penelitian, penyusunan literature review membutuhkan 4 langkah yaitu:

  1. Formulasi masalah terkait topik atau bidang yang sedang dievaluasi dan isu apa saja yang ada didalamnya.
  2. Pencarian Literatur adalah mencari materi atau bahasan yang relevan dengan subjek/topik yang sedang dieksplorasi
  3. Evaluasi data adalah menentukan literatur yang mana yang dapat menyumbangkan kontribusi secara signifikan terhadap pemahaman topik/bahasan penelitian yang sedang dikerjakan
  4. Analisis dan interpretasi adalah mendiskusikan temuan dan kesimpulan dari masing-masing literatur terkait

Sebuah literatur review terdiri dari unsur-unsur berikut:

  1. Pendahuluan subjek/bahasan/isu atau teori yang sedang dibahas sesuai dengan tujuan dari literatur review
  2. Pembagian  bahan tulisan yang sedang direview ke dalam beberapa kategori (misalnya tulisan yang mendukung isu atau berlawanan dengan isu atau yang menawarkan solusi alternatif)
  3. Penjelasan bagaimana bahan tulisan yang sedang direview tersebut punya kesamaan atau perbedaan antara satu dengan lainnya
  4. Kesimpulan  dari yang menuliskan bagian yang paling penting dari setiap bahan tulisan yang paling menyakinkan dari opini bahan tulisan tersebut dan yang memberikan sumbagan terbesar pada pemahaman dan pengembangan area penelitian tersebut.

Dalam setiap penilaian bahan tulisan, pertimbangan yang harus dilakukan:

  1. Informasi terkait bahan tulisan – Siapa nama penulisnya,apakah argumen yang diajukan penulis didukung oleh bukti seperti materi secara historis, studi kasus, paparan, statistik atau temuan ilmiah terkini?
  2. Objektivitas – apakah perspektif penulisan berdasarkan prasangka atau seimbang? apakah data yang saling kontra digunakan atau apakah informasi yang relevan diabaikan untuk membuktikan poin yang ditulis?
  3. Cara Meyakinkan – Jawaban atau paparan apa yang paling memberikan keyakinan atau sebaliknya dari bahan tulisan yang dinilai?
  4. Nilai – Apakah argumen dan kesimpulan yang ditulis cukup meyakinkan? apakah bahan tulisan tersebut menyumbangkan pemahaman akan topik yang dibahas secara siginifikan?

Tujuan Literature Review

Sebuah literature review adalah bab penting dari sebuah tesis/disertasi/skripsi/laporan penelitian atau merupakan bahasan tersendiri. Adapun tujuan literature review adalah sebagai berikut:

  1. Memaparkan hubungan dari setiap bahan tulisan satu dengan yang lainnya yang terkait dengan topik tulisan
  2. Mengidentifikasi cara baru dalam menterjemahkan dan mempersempit jarak yang ada dalam penelitian sebelumnya
  3. Menyelesaikan konflik antara studi sebelumnya yang saling kontradiksi
  4. Mengidentifikasi area sebagai pencegahan adanya usaha plagiat
  5. Memandu langkah lanjutan untuk penelitian selanjutnya
  6. Menempatkan pekerjaan original dalam konteks literature yang ada

Pengayaan dan Latihan

  1. Cari dan pahami referensi lain tentang bagiamana menulis literature review.
  2. Ambil satu contoh paper dalam sebuah prosiding berbahasa Indonesia (bisa dicari di perpustakaan atau internet) dan lakukan hal berikut ini:
    1. Tulis motivasi paper tersebut dengan kalimat sendiri
    2. Rumuskan dan bahasa sendiri masalah dan tujuan yang ada dalam paper tersebut
    3. Tuliskan ulang isu atau masalah utama  yang ada dalam paper tersebut
    4. Rumuskan dengan bahasa sendiri bagaimana penulis paper tersebut menjawab atau memecahkan isu tersebut
    5. Susun kalimat untuk memberikan penilaian secara objektif (kelebihan dan kekurangannya) terhadap usaha penulis tersebut untuk menjawab atau memecahkan isu tersebut
    6. Rumuskan dengan bahasa sendiri hal apa saja yang paling berarti dalam kesimpulan paper tersebut .
    7. Identifikasi apakah hasil pekerjaan penulis tersebut merupakan suatu yang unik, terbaru atau bermanfaat bagi area penelitian tersebut ataukah hasil pekerjaan tersebut hanya merupakan pengulangan, cenderung plagiat atau kurang bermanfaat bagi area penelitian tersebut
    8. Susun kalimat yang mengungkapkan saran untuk penelitian atau pekerjaan selanjutnya terkait dengan poin F dan G.
  3. Siapkan slide presentasi hasil pengayaan dan latihan ini untuk dipresentasikan dan diskusi pada pertemuan ke enam dan ketujuh.